Archive for January, 2008

Bersyukur

Saturday, January 19th, 2008

Until recently, setiap kali habis jalan2 ke fs temen2 lama, selalu ada rasa sirik membayang di hati gue. Yah, bukan rasa sirik seperti di sinetron2 itu lah yaw, tapi cukup mengganggu perasaan lah. Perasaan itu muncul ketika mengetahui bahwa sekarang temen2 gue itu adalah orang2 yang kelihatannya sukses dalam hidupnya. Yang kerja & hidupnya di luar negeri lah, yang kerjanya di perusahaan top lah. Siriik…banget gue. Karena sebetulnya it was my dream, to live in other country (the one i want of course). To live ya..bukan sekedar jalan2…

Tapi kayanya sejak beberapa tahun yang lalu, impian itu harus gue kubur dalam2, karena gue punya kewajiban sampe mati untuk mengabdi pada perusahaan keluarga. That means it’s impossible for me buat bekerja di tempat lain, apalagi sampe tinggal di luar negeri. Haha.

Kayanya memang ga adil kalo gue menyalahkan keadaan. Karena semua ini pilihan gue. Konsekuensinya adalah, i have to live with it, no matter what, and make the best of it. Tapi kadang2, perasaan itu tetep muncul, ya terutama jika itu tadi, jika gue abis up-date info mengenai kehidupan teman2 lama gue.

Until recently…

Gue seperti baru bangun dari lamunan yang luamaaa buanget *kalo di komik mungkin ngelamunnya sampe merem melek dan ngeces*. Gue baru nyadar kalo selama ini gue KURANG BERSYUKUR dengan keadaan gue yg sekarang. Klise kalo bilang, masih banyak orang yg hidupnya jauh lebih melarat dari gue. Walopun itu benar adanya, tetep aja kedengerannya klise. Gue butuh suatu pencerahan yang lebih agar gue bisa memaknai hidup yang gue jalanin sekarang ini secara lebih dalam.

Akhirnya gue tersadar bahwa, selama ini hidup gue tuh enak banget. Gue ga perlu ngais2 tong sampah buat ngasih makan anak gue. Allah selalu kasih rejeki buat gue untuk memberdayakan kebutuhan anak gue, secara gue terlalu sombong untuk beli Fitti karena udah percaya abiss sama Mamy Poko *binun kan loe*.

Trus, gue punya pekerjaan tetap, yang mungkin nantinya akan diwariskan kepada anak cucu gue *dalam hal ini gue gak mau memaksakan kehendak ya*. Sementara, mungkin….teman2 gue yang hebat2 itu…walopun kerja di perusahaan top, mungkin masih pegawai kontrak, dengan salary yang belum tentu bagus juga. Secara…kalo di FS kan semua pasti nulis profile-nya yg bagus2 duongs….Belum lagi kalo statusnya pegawai, anytime mereka bisa diberhentikan. Sementara gue? Alhamdulillah, aman.

Trus mengenai residensi. Saat ini gue bersyukur bisa tinggal di kota ini, karena deket dengan semua keluarga gue. Both of my parents & my parents in law. Secara, i’m not a kid anymore. I’ve grown up. I have a kid. Sekarang bukan waktunya lagi buat gue bermanja2 sama orang tua, tapi justru gue harus bisa ngemanjain mereka. My parents are not young anymore, tentu sajah. Dan gue harus ada bersama mereka di saat *amit2* mereka kesusahan. Dulu, masih besar hasrat gue untuk tinggal di kota lain ato di LN, tapi sekarang gue sadar, buat apa tinggal dimanapun kalo hati elu yg sebenernya ada disini? Toh, home is where your heart is, right? And my heart is actually here.

Jadi sebenernya, selama ini gue tu kurang bersyukur. Selalu melihat rumput tetangga lebih hijau. Padahal, rumput kita sendiri sangat subur, tumbuh pohon-pohon & segudang berkah lainnya. Padahal, Allah juga udah janji kan, katanya Beliau akan tambah nikmat kita berkali2 lipat, apabila kita banyak bersyukur. Yah, gue udah rada2 lebih beriman lah, kalo yg gitu2 doang mah ga usah bolak balik dengerin Aa Gym, udah apalll….hehehe….

Gue jadi inget pernah nonton Oprah, waktu itu topiknya adalah mengenai The Secret, yaitu kunci rahasia menuju kehidupan yang lebih baik. Beberapa orang yang diwawancarai Oprah bilang, bahwa selama ini mereka lupa bersyukur & akhirnya tidak bisa menikmati apa yg sudah mereka miliki. Orang yg bodinya gendut sibuk mikirin gimana caranya bisa mengurangi berat badan. Justru ketika mereka fokus pada bagaimana mengurangi BB, alih2 turun beratnya, malah naik & naik terus. Hm…feeling similar? Well, u know what, change your focus! Jangan mikirin BB, tapi ganti pola pemikiran dengan ‘bagaimana saya bisa hidup dengan sehat’. Tapi sebelum itu, syukuri dulu apa adanya diri kita. Kalo biasanya kita suka mengeluh: ‘Buseet betis gue kaya tales bogor gini!’, mungkin sebaiknya kita ralat setiap kali kita bercermin setiap pagi, dengan mengatakan ‘Alhamdulillah, gue punya 2 pasang kaki yang masih bisa berfungsi dengan baik’. Dengan begitu, kita jadi lebih mencintai badan kita. Dan kita semua tau kan, apa yang kita lakukan terhadap orang yg kita cintai? We treat them very well, very very special. And that’s how we’re gonna treat ourselves, we will treat our body very well, dengan pola hidup yang lebih sehat.

Trus katanya soal finansial. Tiap awal bulan seneng banget karena gajian, eehh…abis itu mumet karena pendapatan tidak seimbang dengan pengeluaran, buat bayar tagihan henpon lah, kartu kredit lah, rekening listrik lah, dll dll, belum lagi buat keperluan anak, weleh2…..akhirnya doa yang terucap adalah: ’semoga gue bisa melalui bulan ini dengan selamat, gak tekor2 amat’. Well u know what: You do make it till the end of the month. Tapi di awal bulan, siklus itu terjadi lagi. Mo sampe kapaaaaaan juminteeen??? Nah, the problem is, kita terlalu fokus pada masalah. Sekarang mari kita ubah cara pandang. Bayangin gimana rasanya, kalo kita punya KEBEBASAN FINANSIAL. Bayangiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnn bener2….mau beli apapun yg kita pengen, pergi kemanapun yang kita suka, memberi pada orang lain berapa pun & apapun yang mereka butuhkan….asik banget kan.. cara itu jauh lebih ngefek buat kita untuk memberdayakan seluruh kemampuan kita untuk make more money., me-manage uang2 tersebut dengan lebih baik, sehingga kebebasan finansial tersebut dapat diraih dengan sendirinya, ketimbang rusuh mikirin tagihan yang tak kunjung lunas.

Dan yang paling gue suka dari tayangan Oprah tersebut adalah ketika salah satu penulis The Secret itu berkata : Your life is like when we’re in the restaurant. You order pasta, and the waitress will give you pasta. We will get what we want. So if you constantly saying that your life is miserable, i’m a fat ass, i will not have a great relationship, then that’s what will really happen to you. So, be careful on what you wished for :)

Nah, kalo soal yg ini gua ga give up. Bukan karena sirik. Tapi it’s about one of my vision, about being financially free. When my eldest son is going to college, i will have him study on Canada, with me and the rest of our family, to be a permanent resident :D. And that’s a promise.

ps: i think i should start making my own vision board!