Bersyukur

January 19th, 2008 by adeks

Until recently, setiap kali habis jalan2 ke fs temen2 lama, selalu ada rasa sirik membayang di hati gue. Yah, bukan rasa sirik seperti di sinetron2 itu lah yaw, tapi cukup mengganggu perasaan lah. Perasaan itu muncul ketika mengetahui bahwa sekarang temen2 gue itu adalah orang2 yang kelihatannya sukses dalam hidupnya. Yang kerja & hidupnya di luar negeri lah, yang kerjanya di perusahaan top lah. Siriik…banget gue. Karena sebetulnya it was my dream, to live in other country (the one i want of course). To live ya..bukan sekedar jalan2…

Tapi kayanya sejak beberapa tahun yang lalu, impian itu harus gue kubur dalam2, karena gue punya kewajiban sampe mati untuk mengabdi pada perusahaan keluarga. That means it’s impossible for me buat bekerja di tempat lain, apalagi sampe tinggal di luar negeri. Haha.

Kayanya memang ga adil kalo gue menyalahkan keadaan. Karena semua ini pilihan gue. Konsekuensinya adalah, i have to live with it, no matter what, and make the best of it. Tapi kadang2, perasaan itu tetep muncul, ya terutama jika itu tadi, jika gue abis up-date info mengenai kehidupan teman2 lama gue.

Until recently…

Gue seperti baru bangun dari lamunan yang luamaaa buanget *kalo di komik mungkin ngelamunnya sampe merem melek dan ngeces*. Gue baru nyadar kalo selama ini gue KURANG BERSYUKUR dengan keadaan gue yg sekarang. Klise kalo bilang, masih banyak orang yg hidupnya jauh lebih melarat dari gue. Walopun itu benar adanya, tetep aja kedengerannya klise. Gue butuh suatu pencerahan yang lebih agar gue bisa memaknai hidup yang gue jalanin sekarang ini secara lebih dalam.

Akhirnya gue tersadar bahwa, selama ini hidup gue tuh enak banget. Gue ga perlu ngais2 tong sampah buat ngasih makan anak gue. Allah selalu kasih rejeki buat gue untuk memberdayakan kebutuhan anak gue, secara gue terlalu sombong untuk beli Fitti karena udah percaya abiss sama Mamy Poko *binun kan loe*.

Trus, gue punya pekerjaan tetap, yang mungkin nantinya akan diwariskan kepada anak cucu gue *dalam hal ini gue gak mau memaksakan kehendak ya*. Sementara, mungkin….teman2 gue yang hebat2 itu…walopun kerja di perusahaan top, mungkin masih pegawai kontrak, dengan salary yang belum tentu bagus juga. Secara…kalo di FS kan semua pasti nulis profile-nya yg bagus2 duongs….Belum lagi kalo statusnya pegawai, anytime mereka bisa diberhentikan. Sementara gue? Alhamdulillah, aman.

Trus mengenai residensi. Saat ini gue bersyukur bisa tinggal di kota ini, karena deket dengan semua keluarga gue. Both of my parents & my parents in law. Secara, i’m not a kid anymore. I’ve grown up. I have a kid. Sekarang bukan waktunya lagi buat gue bermanja2 sama orang tua, tapi justru gue harus bisa ngemanjain mereka. My parents are not young anymore, tentu sajah. Dan gue harus ada bersama mereka di saat *amit2* mereka kesusahan. Dulu, masih besar hasrat gue untuk tinggal di kota lain ato di LN, tapi sekarang gue sadar, buat apa tinggal dimanapun kalo hati elu yg sebenernya ada disini? Toh, home is where your heart is, right? And my heart is actually here.

Jadi sebenernya, selama ini gue tu kurang bersyukur. Selalu melihat rumput tetangga lebih hijau. Padahal, rumput kita sendiri sangat subur, tumbuh pohon-pohon & segudang berkah lainnya. Padahal, Allah juga udah janji kan, katanya Beliau akan tambah nikmat kita berkali2 lipat, apabila kita banyak bersyukur. Yah, gue udah rada2 lebih beriman lah, kalo yg gitu2 doang mah ga usah bolak balik dengerin Aa Gym, udah apalll….hehehe….

Gue jadi inget pernah nonton Oprah, waktu itu topiknya adalah mengenai The Secret, yaitu kunci rahasia menuju kehidupan yang lebih baik. Beberapa orang yang diwawancarai Oprah bilang, bahwa selama ini mereka lupa bersyukur & akhirnya tidak bisa menikmati apa yg sudah mereka miliki. Orang yg bodinya gendut sibuk mikirin gimana caranya bisa mengurangi berat badan. Justru ketika mereka fokus pada bagaimana mengurangi BB, alih2 turun beratnya, malah naik & naik terus. Hm…feeling similar? Well, u know what, change your focus! Jangan mikirin BB, tapi ganti pola pemikiran dengan ‘bagaimana saya bisa hidup dengan sehat’. Tapi sebelum itu, syukuri dulu apa adanya diri kita. Kalo biasanya kita suka mengeluh: ‘Buseet betis gue kaya tales bogor gini!’, mungkin sebaiknya kita ralat setiap kali kita bercermin setiap pagi, dengan mengatakan ‘Alhamdulillah, gue punya 2 pasang kaki yang masih bisa berfungsi dengan baik’. Dengan begitu, kita jadi lebih mencintai badan kita. Dan kita semua tau kan, apa yang kita lakukan terhadap orang yg kita cintai? We treat them very well, very very special. And that’s how we’re gonna treat ourselves, we will treat our body very well, dengan pola hidup yang lebih sehat.

Trus katanya soal finansial. Tiap awal bulan seneng banget karena gajian, eehh…abis itu mumet karena pendapatan tidak seimbang dengan pengeluaran, buat bayar tagihan henpon lah, kartu kredit lah, rekening listrik lah, dll dll, belum lagi buat keperluan anak, weleh2…..akhirnya doa yang terucap adalah: ’semoga gue bisa melalui bulan ini dengan selamat, gak tekor2 amat’. Well u know what: You do make it till the end of the month. Tapi di awal bulan, siklus itu terjadi lagi. Mo sampe kapaaaaaan juminteeen??? Nah, the problem is, kita terlalu fokus pada masalah. Sekarang mari kita ubah cara pandang. Bayangin gimana rasanya, kalo kita punya KEBEBASAN FINANSIAL. Bayangiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnn bener2….mau beli apapun yg kita pengen, pergi kemanapun yang kita suka, memberi pada orang lain berapa pun & apapun yang mereka butuhkan….asik banget kan.. cara itu jauh lebih ngefek buat kita untuk memberdayakan seluruh kemampuan kita untuk make more money., me-manage uang2 tersebut dengan lebih baik, sehingga kebebasan finansial tersebut dapat diraih dengan sendirinya, ketimbang rusuh mikirin tagihan yang tak kunjung lunas.

Dan yang paling gue suka dari tayangan Oprah tersebut adalah ketika salah satu penulis The Secret itu berkata : Your life is like when we’re in the restaurant. You order pasta, and the waitress will give you pasta. We will get what we want. So if you constantly saying that your life is miserable, i’m a fat ass, i will not have a great relationship, then that’s what will really happen to you. So, be careful on what you wished for :)

Nah, kalo soal yg ini gua ga give up. Bukan karena sirik. Tapi it’s about one of my vision, about being financially free. When my eldest son is going to college, i will have him study on Canada, with me and the rest of our family, to be a permanent resident :D. And that’s a promise.

ps: i think i should start making my own vision board!

Minal Aidin - red

October 27th, 2007 by adeks

Jadi, lebaran udah selesai, Minal Aidinan juga udah, perkara u say it from the bottom of your heart ato sekedar basa basi biar ga dikata2in orang or whatsoever, itu sudah berlalu.

Tapi jujur, this is from the bottom of my heart : I’m sorry. For not talking to you as much as we wished to, for not caring that much, for my forgetfulness, or even for my ignorance. I’m sorry. And it all goes to everybody who knew me. Everyone.

Friendster. Wow. Pernah ga sih lo menyadari kehebatan situs2 internet yg kayak gini? Kehebatannya dalam menyambung kembali tali silaturahmi yang udah lama terputus, mencari teman2 lama, teman2 baru dll dst blablabla.

Yang agak2 di luar program adalah, ketika kita menemukan the devils from the past, bisa mantan pacar, mantan suami, musuh lama, saingan lama dll, secara ga sengaja. Yah, tau sendiri kan FS itu kayak apa.

Intrigued to find out what they’ve become now, you spend time to scheme their site, and sometimes become disturbed and upset and another millions feelings that you should’ve not felt from the very beginning. Ya, cari perkara. Tapi ya itu, kita harus menerima kenyataan bahwa other people, like we do, move on with their lives. Maybe they’re still the same person, maybe they’ve changed.

For whatever it is, i like best not to touch the past. Maafkan kesarkastikan saya, it’s just me. Minal Aidin ya?

Bapak Asuh

September 12th, 2007 by adeks

Jadi, beberapa waktu yang lalu, digelarlah sebuah acara jumpa fans *well, agak2 berat gua nulisnya, karena tidak sesuai dengan kenyataannyah*, dimana gue dan sahabat2 gue akhirnya bisa berkumpul dengan sukses! Yah, memang tidak semuanya bisa hadir dalam perhelatan akbar tersebut, tapi gua cukup puas.

Dengan berbekal anak masing2, *yep, now that we’ve turned into moms, we hardly go out without our baby*, which is u know for first time moms like us, rada2 ribet juga bawa anak buat kongkow2 yah, heheh, dalam artian musti bawa2 kayak orang pindahan, belum lagi kalo pas jam menyusui, harus ngeluar2in ‘organ susu’ hahahah…untung semua dah pada ilfil. Yang kasian adalah pada saat yang bersamaan 2 orang ibu2 ini harus menyusui ASI pada saat yang bersamaan di mobil ‘Bapak Asuh’ ini, jadilah mobilnya Bau Susu…hehehe…

Tapi terpujilah bapak yang satu ini, bayangkan: sebagey satu2nya lelaki dalam acara jumpa fans tersebut, dia rela jadi sopir, porter & raja gendong, seperti layaknya para suami & bapak yang menyayangi istri2nya…iya, 3 wanita & 3 bayi.

Helluvaweek!

June 23rd, 2007 by adeks

Lilypie 1st Birthday Ticker

Dsc00092_1Itu pengumuman pertama. He’s 9 mos now. Getting smarter everyday. Getting heavier to carry, but never tired to do so :).  He’s already having a separation anxiety, so he refuses to be held by no other but me, his dad or his other familiar faces. I should bring him out more often :p

It’s been a hell of a week for everybody. My nephew just got his 4th bday party, twice (dont ask). So…imagine that & do the math :p

See you around everybody!

*btw, do you like avatar? the series? i don’t*

Bekerja.

May 12th, 2007 by adeks

Biasanya saya suka dengan pekerjaan saya. Dulu sampe workaholic. Untung sekarang udah waras. Sampe rumah bagian otak yg dipake buat kerja sementara dimatiin dulu.

Ga tau kenapa, udah 2 bulan ini ga semangat kerja. Ga kelar2 kali ‘urusan’nya yah. Cape.

Spirit boost boleh juga nih. Jaman dulu, banci spa. Sekarang? mending juga buat beli susu atawa pampers. Nuff said.

Jadi ngapain dong?

Kemaren ada cerita, temennya temen curhat. Tidak puas dengan hidupnya. Karena setelah menikah, dia tidak boleh bekerja lagi, dan oleh suaminya hanya disuruh merawat anak2 & merawat badan, dikasih mobil bagus & duit yang cukup banyak untuk melakukan semuanya itu. And she complains. Heran. Manusia memang ga ada syukurnya yah. Gua mah mauuuuuuuuuuuuuu banget kalo disuruh suami kaya gitu…hehehe…

Bosen hidup kayak gitu? Kayanya bisa di manage yah. Gini mimpi saya kira2: 

  • Kalo di rumah, pas anak2 lagi ga need my asssistance, kita bisa maen saham ato ngutik2 investasi yg lainnya lah, jadi tetep bisa nyari duit kan…lagian katanya maen saham itu kan menegangkan, jadinya cukup menghibur lah. Kalo rugi2 dikit ga pa pa lah, kan udah jadi milyuner :p
  • Kalo jenuh, there’s always the whole wide world to travel to…hehehe…
  • Dan karena duitnya sudah banyak, jadi banci salon lagi ga pa pa kalee…hehehe…

Duh…mimpi…semoga bisa jadi kenyataan, amien.

Bapak Polisi, How Do You Sleep at Night?

May 2nd, 2007 by adeks

Merem!! Bukan itu jawabannya. Semua orang juga kalo tidur merem.

Saya bertanya soal moral bapak-bapak yang katanya ‘To Protect and Serve the Society’ a.k.a ‘Melayani & Melindungi Masyarakat’. Mungkin slogan tersebut lebih terasa nyata apabila disempurnakan menjadi : ‘Melayani & Melindungi Masyarakat, Asal Ada Uang Jasa’.

Sebelumnya saya mohon maaf, saya tau bahwa tidak semua aparat polisi itu brengsek. Tapi namanya resiko pekerjaan, kalo yang satu bikin jelek, yang kena getah semuanya kan? Jadi, buat Bapak/Ibu Polisi atau sekerabatnya, yang membaca tulisan ini, apabila mau bete/tersinggung/malu (kalo punya kemaluan)/ berniat bunuh diri ato membunuh saya (lagi ngetrend bukan, polisi menggunakan senjatanya sendiri untuk kepentingan pribadi?), daripada nesu lebih baik terima kenyataan bahwa teman2 polisi anda ada yang benar2 brengsek & merusak nama baik Kepolisian Negara Republik Indonesia, negara yang Insya Allah masih saya cintai (walopun waktu kuliah nilai mata kuliah Kewiraan & Pancasila saya cuma C, & oleh dosen saya diduga pro-PKI, saking antipatinya saya pada pelajaran berbau kenegaraan tersebut).

Jadi, beberapa waktu yang lalu saya harus menemani seorang teman ke kantor polisi, terkait dengan sebuah kasus yang notabene sudah ada penyelesaian damai dari kedua belah pihak, dan sudah terbit surat pencabutan laporan. Namun sialnya, karena waktu pencabutan tersebut sang bapak polisi belum terima duit, maka sang teman tetap didatangi berkali2, judulnya: NAGIH DUIT PENCABUTAN PERKARA SEBANYAK Rp 1 JUTA (itu setelah nego, tadinya minta 2jt). Nagihnya persis kayak tukang pukul, pake gebrak2 dan suara kenceng bak kakak kelas lagi ngospek. Sang teman panik dan menelepon saya meminta bantuan. Alhasil karena saya tidak ada di tempat, sang teman tetap dibawa ke kantor polisi & diancam ditahan selama 1 malam apabila tidak bisa memberikan uang tersebut (ya, saya lihat surat penahanannya).

Berbekal pengetahuan, sinisme, tampang jutek dan duit tentunya, saya mendatangi kantor poilisi yang dimaksud. Ternyata, Bapak-Bapak preman ini tidak ada di tempat, karena sedang melakukan tugas lain (pungli lainnya kali…). Setalh menunggu hampir selama 3 jam, akhirnya mereka datang.

Kebetulan kami menunggu di kantor Kanit nya, sehingga Bapak Kanit berinisial M.A ini langsung bertanya siapakah gerangan saya ini & maksud kedatangan saya. Bertanya seperti itu dengan kondisi saya yang sudah di pinggir ambang kesabaran, sepertinya adalah langkah yang salah untuk bapak Kanit. ALih2 menjawab dengan ramah, saya balik bertanya dengan sangar: MUSTINYA SAYA YANG NANYA, KENAPA TEMEN SAYA DIPANGGIL KESINI?!?

Sepertinya sang Kanit rada kaget dengan respon saya yang sangat tidak sesuai dengan wajah saya yang imut & loveable ini. Setelah gagap beberapa detik, dia menjelaskan duduk perkara bla..bla..bla..dan akhirnya dia mengajukan pertanyaan: NAH, SEKARANG MANA DANANYA MBAK?

*$@#@%#$@^%#$@^%#^$^%#!!!! = TAI KUCING NEMPEL DI KUMIS LO!!!*

Tapi saya masih sabar. Ada rasa geli dalam hati saya, wonder apakah Bapak Kanit yang terhormat ini pernah mengenyam pendidikan minimal SD?

Sebelum berlarut2 saya tanya pada beliau: SEKARANG KALO TEMAN SAYA INI BAYAR BAPAK, APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA? APAKAH SAYA DAPAT JAMINAN HITAM DI ATAS PUTIH KALO TEMAN SAYA INI TIDAK AKAN DIGANGGU OLEH ANGGOTA BAPAK LAGI?

Si Kanit hanya tersenyum. Entah senyum untuk maksud apa, alih-alih kelihatan ganteng, yang jelas bagi saya tampangnya malah terlihat sangat stupid. Mungkin bapak Kanit kehabisan kata-kata, karena akhirnya dia menyerahkan penyelesaian kasus ini pada anak buahnya yang menggiring teman saya tersebut ke kantor polisi. Langkah yang lebih fatal lagi.

Si anak buah, Brigadir A.S (NRP 730.804.445), yang paling keras suaranya & paling jutek tampangnya, langsung bertanya pada teman saya, bagaimana penyelesaiannya.Wah pak, u mess with the wrong person. Walopun si adeks lembut seperti bulu domba, kalo diadepin ama preman bisa fatal, benar2 fatal. Karena si adeks udah pasti bakal membalas dengan pelecehan harga diri. Tuntutan saya tetap sama, yaitu meminta jaminan hitam diatas putih bahwa perkara ini tidak akan dilanjut & meminta KUITANSI.

Keder dengan kecerewetan saya plus volumenya yang 8 desibel itu, (yah, lo bayangin Peggy Melati Sukma pas bilang pusiiinggg…pusiing…. itu deh, nah kira2 mirip lah, tapi dengan serentetan kata2 yang sulit dicerna oleh polisi dengan kadar Low IQ tsb), dia akhirnya manggil temennya satu lagi, Bripda Sdrynt (NRP 580.400.50), dan dia pun ngacir.

Huaa…kepala dah mo pecah aja nih dioper sana sini. Akhirnya si Bripda pun jadi sasaran kecerewetan & kegalakan saya yang udah meningkat 3x lipat. Dan tuntutan saya pun masih tetap sama. Akhirnya keluarlah kata2 yang sudah saya tunggu2 tersebut :

Bripda Sdrynt : Kami disini tidak memberikan kuitansi bu…

Saya : Lho, kok ga punya kuitansi?! Bapak kan terima duitnya?!?!

Bripda Sdrynt : ya..mustinya yang ngasih kuitansi itu dari pihak pelapornya bu…

Saya : Emang duitnya mau bapak kasiin ke si pelapor?!

Bripda : Ya enggak bu..itu kan uang jaminan buat di kantor sini…

Saya : Ya berarti kantor sini dong yang keluarin kuitansinya dan Bapak yang tanda tangan!! (keukeuh ngeyel padahal gua juga udah tau bahwa keparat2 ini ga bakalan mau ngeluaran bukti2 pemerasan whatsoever seperti itu)

Setelah saya berhasil membuktikan sendiri bahwa mereka memang melakukan pemerasan terhadap teman saya, (apa namanya kalo bukan pemerasan? kalo emang prosedur standar harusnya mereka bisa dong kasih kuitansi? ato apaaa gitu?), akhirnya uang pun diberikan.

Ketika saya meminta copy surat pencabutan perkara, mereka tidak mau memberikan dengan alasan, surat tersebut hanya ditujukan kepada Kapolsek & para pihak tidak satupun yang boleh memiliki copy-nya. Kami hanya diberi salinan bertandatangan asli dari Surat Perjanjian Damai yang dibuat oleh kedua belah pihak. Walaupn dalam surat perjanjian tersebut ada pasal yang berbunyi bahwa perkara tersebut selesai, tidak ada satu jaminan pun yang menjanjikan bahwa oknum-oknum polisi tersebut tidak akan mengganggu teman saya lagi.

Pada saat uang diberikan, saya pun mengucapkan kata2 yang sudah lama saya idam2kan untuk dikatakan pada polisi2 pungli di Indonesia ini:

Nih pak duitnya, silakan dihitung. Selamat menikmati, semoga Bapak-Bapak tidak sakit perut karenanya.

Dan yang menambah kepuasan saya lagi, salah seorang dari mereka berkata : Ya mbak, sama2 tau lah, ini kan off the record ya…

Tambah lagi bukti buat saya bahwa orang-orang ini betul-betul brengsek.

I wish i had my recorder with me back then, bakalan saya rekam suara si polisi tersebut dan saya siarkan ke seluruh dunia dengan headline : "INI DIA KOMENTAR ANGGOTA KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA KETIKA MENERIMA UANG HARAM"

Saya yakin bukan cuma saya/teman saya yang mengalami hal serupa, mungkin bukan dengan aparat kepolisian, mungkin dengan pihak kejaksaan, pajak, ataupun dengan pihak lainnya. Cerita semacam ini sudah banyak terdengar. Cerita saya tadi cuma menambah deretan dari berjuta milyar kasus serupa di Indonesia.

The question is, what can we do about that? Are we going to sit still and watch them do that over and over again? Itukah yang namanya To Protect & To Serve? Oh Please…..

Jadi sekali lagi, bapak2 polisi yang baru aja dapet duit, i hope u can still sleep tight at night, tanpa dihantui mimpi buruk dikejar2 oleh ibu2 cerewet yang bawa2 palu & pisau belati sambil teriak2 dengan suara yang volumenya setingkat dengan klakson tronton sampe akhirnya lo meninggal kaget kena serangan jantung. Sweet dreams Mr. Policemen….

De javu…

April 27th, 2007 by adeks

Things to do when i finally get connected to internet :
1. Bikin account di gmail.
2. Bikin account baru di FS.
3. Update photos di FS.
4. Adding friends di FS.
5. Update Profile FS.

6. Start the blog. <—- bagian yang ini susah nih, berat di moral.

Yah, setelah sekian lama absen dari dunia maya, kangen juga gua dengan dunia ini.
Buat anda2 yang mengenal s.a.y.a jaman dahulu kala, mungkin tau kayak gimana saya di dunia cyber ini. Konek bisa hampir 24 jam sehari, bisa gak mandi seharian gara2 chatting (inget jaman IRC ga? masih ada ga benda itu? hehe), lupa ngerjain skripsi gara2 main internet (kalo ini mah emang ga niat aja ngerjainnya)..
Tapi banyak banget yang didapet dari habit yang jelek itu. Bahkan kayanya, ga bakalan ada s.a.y.a yang sekarang ini kalo ga melalui semua hal itu.
Ga bakalan ketemu ama sahabat2 gue yg sedikit banyak memberikan perspektif baru dalam hidup, berpengalaman baru yang menambah kebijakan, dan lain lain.

Tapi, pada suatu titik, kejenuhan itu toh dateng juga. Bukan pada sahabat2 saya tentunya, tapi pada kehidupan cyber yang kayanya ga ada abisnya. Jadilah saya lebih berorientasi pada kehidupan nyata. Hang out dengan teman2 baru yang bisa dilihat bentuknya, dicium bau keteknya, digebukin kalo kentut sembarangan, nyanyi dengan suara sumbang bareng. Kangen sama semua itu…

Tapi sekarang keadaan sudah berubah. Menyesal? Tidak. Cuma kangen.

My life right now is far away from internet. Even gadgets. Why? I think i just want to simplify my life.

Mungkin banyak temen yang mengira absennya seorang adeks dari "dunia" adalah karena ke-merit-an nya & ke-baby-an nya. Well, setiap orang bebas berpendapat.

Tapi, pasal muasalnya ya itu tadi :
1. Kalo absen dari dunia cyber ya karena itu tadi : Jenuh dg dunia maya (mungkin karena jaman dulu digeber kali ya, sekarang jadinya enough! kayak j-lo)
2. Kalo absen dari dunia gaul ya mungkin salah satu penyebabnya adalah now that i have a baby & a hubby to take care of, gak mungkin aja kali yeee nongkrong ngopi2 sampe jam 2 pagi lageee :pPp

Situasi ini pun didukung (ato lebih tepat diperparah?) dengan kondisi di kantor gue, yang mana jaringan internet yang ada di ruangan gue (ya, hanya khusus di ruangan gue) tidak nyambung, alias ga konek, alias m.a.t.i. Dan, karena itu gak penting buat kerjaan gue, maka gue tidak terlalu ngoyo lah untuk memanggil teknisi untuk memperbaikinya. heheh, that’s just so adeks, huh?

Eh ternyata…

Kebetulan, salah seorang rekan sejawat pergi ke luar kota untuk beberapa hari & saya menggunakan pc nya yang otomatis konek dg internet. Trililiing…setelah sekian taun ga liat menu2 internet, tiba2 ngeliat tampilan2 di layarnya itu, bikin hati deg2an & de javu. Apalgi setelah baca blog orang2 & blog sayah yang lama ituh. Jadi inget jaman dulu banget, gimana sih, kayak baca diary lama gitu…

Jadilah saya, instead of working, ngutik2 internet, termasuk friendster saya yang sudah lama terbengkalai karena lupa passwordnya. gagal. akhirnya bikin friendster baru and so on, and on.

Nah, karena si empunya komputer itu hanya pergi 2 hari, jadi saya harus memaksimalkan waktu yang saya punya untuk berpuas2 di cyber world, ehehe…
Makanya… kenapa starting to write this blog take a very long time, karena ada beban moral tersendiri buat saya, karena setelah si empunya komputer datang, mungkin saya ga bakalan bisa update2 lagih.

Tapi, mungkin ada baiknya juga untuk tidak berencana  memperbaiki jaringan internet di ruangan saya. I know m.y.s.e.l.f, i love this world. Tapi ini cinta yang bikin capek. Jadi supaya tetep terpelihara rasa cintanya, lebih baik ga usah sering2 ketemu dengan dunia ini.

Jadi, ibu2 & bapak2 sekalian, maafkan saya, tapi ini memang habit yang tidak bisa dihilangkan. Jadi, ga janji apa-apa, i’m not promising myself anything, yah… seperti si adeks used to do lah, just be spontaneous.

But still it is, a de javu

Oya, btw…

Lilypie Breastfeeding PicLilypie Breastfeeding Ticker